Header AD

header ads

Keluarga Korban Pembunuhan di Banjarbaru Akhirnya Angkat Bicara Terkait Hubungan Mulin dengan Pelaku



Hellokalsel.net - Jenazah Siti Mulinnikmah, terapis yang dibunuh di Banjarbaru beberapa waktu lalu dimakamkan bersebelahan dengan kubur kakeknya di alkah keluarga, Desa Antasan Senor RT 6 RW 3, Kecamatan Martapura Timur, Rabu (18/4) sehabis Salat Zuhur. Kepergian wanita cantik lulusan sekolah menengah pertama tersebut diantar oleh keluarga besar dan teman baiknya ke tempat peristirahatan terakhir.

Dilansir dari kalsel.prokal.co, atmosfir duka terasa di tempat tinggal nenek korban. Aura kesedihan berbaur dengan tetesan air mata keluarga menyatu dengan takziah rekan sejawat almarhumah. Sampai Siti Mulinnikmah dikebumikan pun, si nenek masih belum mengetahui bila cucu kesayangan tewas akibat dibunuh.

“Sengaja kami simpan takut beliau syok. Nenek hanya tahu almarhumah jatuh dari tangga dan meninggal,” tutur Bahriansyah, ayah tiri Mulin, saat ditemui di rumah duka sebelum pemakaman anak tertuanya. Udin juga mengenang Mulin sebagai gadis pendiam dan patuh serta penurut. Ia menilai, selama tinggal bersama dengan anak gadis sulungnya tersebut, Mulin sangat patuh dan berbakti kepada orang tua. Jika pulang kerja, Mulin selalu tinggal di rumah bersama ibunya, sedangkan kalau ingin berangkat kerja, juga diantar.

“Justru kehadiran Abdus Salam membawa pengaruh buruk kepada anak saya. Dia sangat suka menyakiti hati anak gadis kami, Salam itu biasa mengonsumsi obat,” tegas Udin lagi. Ditambahkannya, Mulin memang sempat berpacaran dengan anaknya, tapi hanya sebentar. Keluarga besar melarang karena pembawaan serta tipikal Salam yang kurang respek membawa diri.

”Terakhir dia malah mencuri uang dan telepon genggam almarhumah ketika saya tidak ada di rumah. Dia menyelinap ke rumah kami,” tutur Bahriansyah lagi. Makanya, Bahriansyah membuat pengaduan tambahan bahwa pelaku juga mencuri, bahkan duit tunai sekitar Rp1 juta plus ATM milik sepupu Mulin juga diembatnya.

Kelakuan yang menjadi gambaran keseharian pelaku itulah yang membuat keluarga minta hubungan yang tidak sehat itu dihentikan. “Kebetulan anak saya kan penurut. Apalagi dia sangat bakti kepada orang tua. Saking sayangnya dia sama ibunya, seluruh gaji di tempat kerja diserahkan kepada mamanya,” tutur ayahnya lagi.

Tindak tanduk Salam itu dibenarkan oleh Rijali, sepupu almarhumah. Ia mengaku jengkel karena uang tunai miliknya dicuri ketika dirinya lengah. “Sebanyak Rp8 juta duit saya diambilnya dari ATM. PIN ATM saya memang ditulis di buku tabungan. Berjanji akan mengembalikan tapi itu gombal dan dusta,” kata Rijali.

Menurut Rijali, pertemuan korban dengan pelaku sebenarnya untuk urusan pengembalian dana yang dicurinya tersebut. Ketika pelaku menghubungi, Mulin langsung bersedia menemui karena Salam beralasan ingin membayar duit yang telah dicolongnya. Sejak lama Salam berusaha bertemu tapi Mulin selalu menghindar karena enggan melihat sikap menjengkelkan Salam. “Tidak ada iming-iming duit baru korban menemui, justru pelaku yang berjanji membayar hutang sekalian menyelesaikan permasalahan dengan duit saya. Aku akan laporkan juga kejadian ini ke polisi,” janjinya.

Source: kalsel.prokal.co
Keluarga Korban Pembunuhan di Banjarbaru Akhirnya Angkat Bicara Terkait Hubungan Mulin dengan Pelaku Keluarga Korban Pembunuhan di Banjarbaru Akhirnya Angkat Bicara Terkait Hubungan Mulin dengan Pelaku Reviewed by Hello Kalsel on 4/19/2018 03:18:00 PM Rating: 5

No comments

Post AD

home ads